Read News

Peningkatan Nilai Komoditas Kelapa Rakyat di Buton Utara

Peningkatan Nilai Komoditas Kelapa Rakyat di Buton Utara

Sebulan di Buton Utara

Tgl 12 Februari kunjungan lapangan ke kabupaten Buton Utara, Misi utama adalah peningkatan nilai komoditas kelapa melalui peningkatan output turunan pertama yakni Kopra putih dan Arang. Di buton sendiri terhampar kurang lebih 6 ribu hektare Perkebunan kelapa, dan bisa menghasilkan 4-6 juta butir kelapa/bulan.

Tanggal 12 Februari kami melakukan validasi lapangan harga kelapa berkisar 600-700 rupiah/ butir di tingkat petani. Dengan asumsi saat itu harga kopra hitam hanya 4500 / kg.
Petani kelapa di Buton Utara 95 persen masih membuat kopra hitam . Cukup terkejut rupanya tempurung kelapa juga ikut dibakar sebagai bagian dalam proses pengasapan kopra hitam. Padahal tempurung kelapa harusnya punya nilai ekonomi tersendiri.

Sebagai informasi tambahan. Sebelum kunjungan kelapangan inacom.id dan codiac.id sudah berkoordinasi dengan penanggung jawab kegiatan dibuton yakni Ibu Musyida untuk mulai membangun contoh Solar Dome sebanyak 8 units sebagai langkah awal. Diharapkan mengajak masyarakat dengan melakukan apa yang dilihat akan sangat efektif.
Bersinergi dengan kemendes PDT dan Pemda Buton Utara, codiac.id secara garis besar 5 pokok kegiatan yang di fokuskan di kegiatan ini yakni

A. Sosialisasi kegiatan
B. Pembangunan infrastruktur
C. Bimbingan teknis pengolahan
D. Standarisasi Mutu dan Pengemasan serta penyimpanan
E. Produksi Massal dan Logistik

Selanjutnya akan diperkenalkan manajemen usaha desa melalui sistem manajemen dan pencatatan.
2 minggu pertama, satu siklus 5 kegiatan pokok diatas dilakukan kemudian direplikasi di desa desa lainnya. Target 4 kecamatan 57 desa adalah target covering areanya.
Kegiatan dilapangan tentu tidak semulus perencanaannya. Banyak tantangan yg dihadapi mulai dari struktur geografis, penerimaan masyarakat terutama pelaku usaha yg sudah ada.  Logistik dan kualitas bahan baku semisal banyaknya kelapa yang telat panen sehingga tumbuh dll. Banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi sampai akhirnya menuju tahap ideal.

Menilik pada tujuan utama memperkenalkan solar dome adalah peningkatan kualitas komoditas dan efisiensi serta membuka lapangan pekerjan lebih luas, mengingat selain kelapa dibuton utara juga ada komoditi lain semisal mente, cengkeh, rumput laut, yg semua itu perlu pengeringan yang mana sampai saat ini masih dilakukan secara konvensional.
Sebulan berlalu, Saat ini dalam 1 bulan sudah terbangun hampir 30 solar dome di seluruh kec di kab. Buton Utara. Dengan estimasi Produksi kopra putih mencapai 100 ton/bulan, 20 ton Arang/bulan dan menyerap 500 ribu butir kelapa/bulan, membuka lapangan pekerjaan baru untuk 210 orang, melibatkan lebih 1500 petani dan masyarakat dengan lahan terdampak 800 hektar perkebunan kelapa dalam setahun terserap.

Optimis, program serupa dapat digulirkan di sentra sentra komoditas kelapa di indonesia bagian timur lainnya. Merapatkan barisan semua lini pemangku kepentingan untuk mewujudkan
#petanihebat
#berekonomikuat bersama
#bumdesasejahtera

Share this Post: