Read News

Merajut Asa dari Buliran Rajut Merah Kopi Robusta

Merajut Asa dari Buliran Rajut Merah Kopi Robusta

Merajut Asa dari Buliran Rajut Merah Kopi Robusta

Indonesia adalah Negara produsen kopi no 3 terbesar di dunia setelah brazil dan vietnam. Luas perkebunan kopi di indonesia mencapai 1,2 juta hektar, 96?alah Perkebunan Rakyat dan sisanya dimiliki oleh swasta dan negara. Luas areal perkebunan kopi terluas ada di sumatera selatan dengan 249.000 hektar disusul lampung 161.000 hektar, Aceh 121.000 hektar, Bengkulu 90.000 hektar, Sumut 81,000 hektar, NTT 65.000 hektar dan Jawatimur 63.000 hektar.

Menurut Sejarahnya, Pertama kali kopi dibawa Ke indonesia adalah jenis Kopi Arabica. Kemudian masuk  kopi Robusta setelahnya. Saat ini daerah penghasil robusta terbesar ada di sumatera selatan, Lampung, Bengkulu ,  Jawa Timur, NTT, Bali dan Jateng. Sedangkan untuk penghasil kopi arabica, areal perkebunan terluas adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, NTT, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur

Saat ini Citarasa keunikan kopi (specialty Coffee) diindonesia beragam, bahkan ditiap tiap daerah boleh dibilang cita rasa kopinya berbeda, sebut saja Kopi Luwak, Kopi Lintong, Kopi Gayo, Kopi Catura, Kopi Toraja dan banyak lainnya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi citarasa kopi disuatu daerah mulai dari a. Struktur tanah b. Iklim c. Jenis Kopi d. Penanganan Panen e. Penanganan Pasca Panen f. Pengolahan  g. Penyajian. Untuk Penanganan pasca panen bisa di temukan di http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/664-pengolahan-pascapanen-kopi

Nah dari sekelumit informasi diatas, potensi kopi di indonesia sangatlah besar, terlebih 96% kopi di Indonesia dimiliki oleh petani dimana masih sangat mungkin untuk di tingkatkan standarisasi pengolahannya sehingga dapat meningkatkan nilai ekonominya.

Share this Post: